Oleh: ar1faz1z | 13/08/2011

Kosovo Butuh Pengakuan Negara Muslim


JAKARTA-Republik Kosovo menanti pengakuan kemerdekaan dari negara-negara Muslim. Dalam hal ini, Kosovo sangat mengharapkan pengakuan dari Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Mufti Kosovo, Rexhep Boja, menyatakan hal itu usai berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Selasa (9/8). Dikatakan, dukungan dan pengakuan dari negara Muslim memiliki arti penting bagi negara yang 95 persen populasinya memeluk Islam tersebut. Pengakuan dari dunia Islam akan memberikan dukungan moril yang kuat bagi rakyat Kosovo. Terlebih hingga kini, dari 77 negara yang mengakui kemerdekaan Kosovo, baru 20 negara Muslim yang memberikan pengakuan. Artinya, masih banyak negara Muslim yang belum memberi pengakuan, di antaranya Mesir dan Indonesia.

Rexhep mengaku tidak mengetahui alasan negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan Kosovo. Bisa jadi, kata dia, berbagai kemelut internal di negara mereka menjadi salah satu faktor penghambat. Pihaknya tidak menafikan itu. Namun, ia menegaskan, rakyat Kosovo tidak patah semangat untuk memperoleh dukungan . “Tetapi besar harapan kami, dukungan itu segera muncul.”

Terkait gelombang Islamofobia di Eropa, Rexhep mengatakan, hal itu tak memengaruhi eksistensi Islam di Kosovo. Selain karena mayoritas penduduk Muslim adalah warga negara asli, interaksi yang mereka jalin dengan dunia luar cukup baik. Menurut dia, Islamofobia muncul akibat derasnya arus imigran yang tidak dapat beradaptasi dengan komunitas lokal.

MUI akui Kosovo
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Muhyidin Junaidi, mengatakan, dalam kunjungan Mufti Kosovo ini, sikap MUI hanya menerima informasi. Namun pada dasarnya, MUI mengakui kemerdekaan Republik Kosovo. Karena itu, dalam waktu dekat beberapa langkah akan ditempuh MUI agar Pemerintah RI berkenan memberikan pengakuannya.

Secara resmi, kata Junaidi, pihaknya dan delegasi Kosovo akan bertemu dengan ketua MPR dan DPR RI untuk membahas hal tersebut. Dari sisi strategi, MUI dalam waktu dekat akan mengundang pakar-pakar terkait agar memberikan rekomendasi bagi keberhasilan upaya tersebut.

Junaidi menduga, keterlambatan RI untuk memberikan pengakuan dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan ancaman separatisme di Indonesia. “Padahal, dalam konteks Kosovo, tidak berkaitan dengan separatisme dan kondisinya berbeda dengan Indonesia,” ujar Junaidi.

Menurut dia, dengan mengakui negara Muslim itu, maka akan memberikan dukungan moril bagi Muslim Kosovo, utamanya dalam menghadapi Islamofobia yang merebak di kawasan Eropa. ed: wachidah handasah(Republika)

 

sumber : http://www.mui.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=533:kosovo-butuh-pengakuan-negara-muslim-&catid=1:berita-singkat&Itemid=92


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: