Oleh: ar1faz1z | 02/10/2013

ETIKA MENULIS DI INTERNET


Jika kita menulis di internet ada beberapa hal yang penting dalam penulisan, Sebaiknya kita harus tahu tata cara menulis di internet karena kita sebagai manusia beradap dan bermoral , sebaiknya kita memiliki etika yang tidak jarang hal tersebut sering dilupakan oleh masyarakat pada umumnya. Etika dalam bahasa yunani kuno “etikos”,berarti timbul dari kebiasaan yang merupakan cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Pada Penulisan saya ini akan menjelaskan mengenai etika menulis di Internet.Berikut adalah penjelasannya : 1. Tidak ada Unsur Sara dan mengadu domba Dalam Melakukan Penulisan di Internet sebaiknya tidak mengandung unsur Sara yang dapat Mengakibatkan tersinggungnya suatu Suku, Golongan, Ras, Agama ataupun Bangsa Lain. Selain itu, kita dapat di jerat dengan Hukuman Cyber yang berlaku. 2. Menggunakan Kata-kata Bijak Sebaiknya apabila kita memposting suatu tulisan di internet pergunakanlah kata-kata bijak, karena bisa membuat seseorang marah / tersinggung apabila seseorang memposting / menulis kejelekannya. Dan mengakibatkan kita terjerat dalam hukum. 3. Bukan Hasil Plagiat Apabila kita hendak Memposting/ membuat Suatu tulisan usahakanlah jangan menjipplak karya seseoran 100%, Karena kita bisa disebut plagiat sehingga dapat mengakibatkan kita terjerat dalam masalah hukum Gunakan kalimat yang mudah di pahami. Dalam memposting/ menulis sebaiknya kita memahami kalimat-kalimat yang baik, karena kalimat yang baik akan mempengaruhi kualitas dari sebuah posting/ penulisan kita. Semakin baik kalimat yang kita gunakan dalam penulisan/ posting semakin baik pula sebuah penulisan karena mudah dan dapat dipahami oleh orang banyak. 4. Bermanfaat Bagi yang membacanya. Apabila kita ingin menulis suatu posting atau penullisan di internet sebaiknya tulisan ataupun posting tersebut Harus member manfaat bagi yang membaca, dengan begitu sang pembaca dapat menambah wawasan serta edukasi tambahan. 5. Tidak ada Unsur Kebohongan ( mengada-ngada) Kejujuran dalam sebuah tulisan yang kita tulis haruslah terbukti kebenarannya. Indonesia mempunyai aturan kaidah hukum mengenai etika menulis di internet pun sudah di undang-undangkan yang diterapkan tahun 2008. Aturan itu adalah Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE Pada UU ITE perbuatan yang dilarang menyangkut isi tulisan tertuang pada BAB VII pasal 27 ayat satu sampai empat dan pasal 28 ayat satu dan dua. Pasal 27 1)      Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. 2)      Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatanperjudian. 3)      Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatanpenghinaan dan/atau pencemaran nama baik. 4)      Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ataumembuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatanpemerasan dan/atau pengancaman. Pasal 28 1)      Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik. 2)      Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Mengenai ketentuan pidananya tertuang pada BAB XI Pasal 45 ayat 1 dan 2 Pasal 45 1.)    Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 2.)    Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Kasus dan proses seseoarang melakukan perbuatan terlarang yaitu , misalkan seseorang mengirimkan email berupa ancama yang merugikan seseorang maupun orang banyak harus dibuktikan apakah email tersebut diakses oleh pemiliknya atau orang lain telah mencri/ membobol email tersebut. Penyelidikan tersebut harus memperhatikan integritas data dan prosedur standar internasional untuk penyidikan kasus yang melibatkan bukti Elektronis. Sumber Refrensi : http://ferdianrikudo.wordpress.com/2012/10/18/etika-menulis-di-internet/ http://singgihwalkers.wordpress.com/2009/10/26/etika-menulis-di-internet/ http://yanuartotw.wordpress.com/2009/11/03/etika-menulis-di-internet/ http://jarsparrow.wordpress.com/2009/11/12/etika-menulis-di-internet/


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: